Edukasi Pembuatan Minuman Herbal sebagai Upaya Swamedikasi dalam Mengatasi Masalah Pencernaan di Desa Bojoe Kabupaten Sidenreng Rappang
DOI:
https://doi.org/10.58439/bsn.v2i2.140Keywords:
Swamedikasi, Obat TradisionalAbstract
Penggunaan obat tradisional sebagai upaya swamedikasi memiliki tujuan untuk mengobati penyakit ringan, sedang, hingga parah, penyakit pada anak, pencegahan penyakit, perawatan tubuh, penyembuhan serta peningkatan kualitas hidup. Namun, penggunaan obat tradisional dengan informasi dan tingkat pengetahuan yang cukup, masih minim di kalangan masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait swamedikasi dalam menggunkan minuman herbal sebagai obat tradisional untuk mengatasi masalah pencernaan. Selain itu, juga untuk mendemonstrasikan pembuatan jenis minuman herbal dari bahan tradisional kepada masyarakat yang dapat dikonsumsi. Sosialisasi telah dilakukan pada bulan September tahun 2023 di Desa Bojoe, Kelurahan Arawa, Kecamatan Wattang Pulu, Kabupaten Sidrap, dengan metode edukasi, presentasi, ceramah dan diskusi. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di daerah tersebut. Pemberian dan penjelasan presentasi dilakukan oleh Tim Dosen dan Mahasiswa Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKeS) Muhammadiyah Sidrap. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta, telah dilakukan pre test dan post test sebelum dan setelah sosialisasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan tingkat antusias masyarakat yang tinggi, terlihat dari keaktifan masyarakat saat kegiatan diskusi dan tanya jawab. Selain itu, kegiatan pre test dan post test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat hingga 50%. Harapannya, masyarakat dapat melakukan swamedikasi obat tradisional secara mandiri dengan mengkonsumsi minuman herbal yang dapat dibuat sendiri dengan mudah.
References
Dewi, R. S., Illahi, S. F. N., Aryani, F., Pratiwi, E., & Agustini, T. T. (2019). Persepsi Masyarakat Mengenai Obat Tradisional di Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 8(2), 75–79.
Ismail. (2015). Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat Memilih Obat Tradisional di Gampong Lam Ujong. Idea Nursing Journal, VI(1), 7–14.
Oktora, L., & Sari, R. K. (2006). Pemanfaatan Obat Tradisional dengan Pertimbangan Manfaat dan Keamaannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, III(1), 1–7.
Rianoor, N. P. (2022). Penggunaan Obat Tradisional dalam Upaya Swamedikasi atau Pengobatan Sendiri di Indonesia: Literature Review. Tunas-Tunas Riset Kesehatan, 12(1), 1–8. https://doi.org/10.33846/2trik12101
Rini, C. S., Rohmah, J., & Widyaningrum, L. Y. (2018). Efektivitas Kunyit (Curcuma longa Linn) terhadap Esherichia coli dan Bacillus subtilis. Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology), 1(1), 1–6. https://doi.org/10.21070/medicra.v1i1.1546
Sari, D., & Nasuha, A. (2021). Kandungan Zat Gizi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologis pada Jahe (Zingiber officinale Rosc.): Review. Tropical Bioscience: Journal of Biological Science, 1(2), 11–18.
Suhesti, I., Kustini, H., & Antari, E. D. (2021). Penggunaan Teh Serai Jahe Sebagai Penambah Daya Tahan Tubuh Menggunakan Daun Stevia Sebagai Pemanis Alami. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 325–330. https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.1155
Wulandari, A., Khoeriyah, N., & Teodhora. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Penggunaan Obat Tradisional di Kelurahan Sukamaju Baru Kecamatan Tapos Kota Depok. Sainstech Farma Journal, 14(2), 70–78.



