Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Osteoarthritis Knee Di Pimpinan Cabang Aisyiyah Pajangan,Bantul
DOI:
https://doi.org/10.58439/ipk.v3i2.268Abstract
Latar Belakang: Kasus Osteoartritis Knee yang paling sering ditemui umumnya di usia pralansia 45 tahun keatas. Osteoartritis Knee terjadi karena adanya abrasi pada tulang rawan dan pembentukan tulang baru (osteofit) pada permukaan sendi yang mampu menyebabkan kelemahan otot dan tendon sehingga dapat membatasi gerak dan menyebabkan nyeri dan keterbatasan gerak. Jika gangguan tersebut tidak diketahui penyebabnya maka akan berdampak pada penurunan fungsi dan gerak pada lutut.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Osteoartritis Knee. Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini menggunakan jenis analitik observasional, Populasi 120 orang dengan, jumlah sampel 40 orang yang masuk dalam kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukan dari 40 sampel, pada faktor usia didapat usia pra lansia 55%,lansia muda 20% dan lansia madya 25%. Faktor jenis kelamin di dapat 100% Perempuan. Faktor IMT didapat IMT normal 87% dan IMT overweight 7,5%.Faktor Riwayat trauma di dapat responden tidak ada Riwayat trauma 80% dan ada Riwayat trauma 20%. Faktor durasi kerja didapat bekerja lebih dari 7 jam 95% dan berkeja kurang dari 7 jam 0,5%. Serta terdapat hubungan kuat antara faktor usia,jenis kelamin,IMT, Riwayat penyakit dan durasi kerja dengan nilai p 0,002.Kesimpulan: Terdapat hubungan kuat factor factor yang mempengaruhi kejadian Osteoartritis Knee di PCA Pajangan. Saran: lansia dapat melakukan beberapa aktivitas dengan lebih hati-hati, lansia juga disarankan untuk cek kesehatan secara rutin dan olahraga rutin untuk meningkatkan kebugaran.
Downloads
References
Aisyah Fildzah. (2019). Gambaran Faktor Risiko Pasien Osteoartritis Genu di Pelayanan Rehabilitasi Medik RSIJ Pondok Kopi Januari – Desember 2019. http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaslit
AL Utari, Dian Maharina, F., & Sinaga, F. (2021). Hubungan Aktivitas Fisik. In Jurnal Kesehatan (Vol. 9, Issue 2). https://journal.stikesborromeus.ac.id/index.php/jks/article/view/36/36
Alvionita, B. B., Astuti, R. D. I., & Hermawan, H. I. T. (2022). Scoping Review: Hubungan Obesitas dengan Kejadian Osteoarthritis Lutut pada Lansia. Bandung Conference Series: Medical Science, 2(1). https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i1.761
Dinkes Bantul. (2022). Profil Kesehatan Kab.Bantul 2022. Profil Kesehatan Kab.Bantul. file:///C:/Users/HP/Downloads/fgO80wXsvrgZvVKw28MRpzOMWXeTc3Bf0o17rsSS%20(1).pdf
Hanif, M. H., Abdullah, A., & Garianto, E. (2023). Hubungan Antara Indeks Masa Tubuhdengan Tinggi Skor Western Ontario And Mcmaster University Osteoarthritis Indexpada Pasien Osteoarthritis Lututdi Rspal Dr. Ramelan Surabaya. Surabaya Biomedical Journal, 2(3).
KESEHATAN, K. (2019, May 29). Situasi dan Analisis Lanjut Usia. 29 MEI 2019.
Maini, F. (2014). Intervensi Sonophorosis Diclofenac Dan Hold Relax Lebih Baik Dari Pada Intervensi Ultrasound Dan Hold Relax Dalam Meningkatkan Kemampuan Fungsional Pada Kasus Osteoartritis Tibiofemoral Joint. Diangkat Dari Skripsi. https://digilib.esaunggul.ac.id/intervensi-sonophorosis-diclofenac-dan-hold-relax-lebih-baik-dari-pada-intervensiultrasound-dan-hold-relax-untuk-meningkatkan-kemampuan-fungsional-padakasus-osteoarthritis-tibiofemoral-joint-178.html
Pearson, J., Walsh, N. E., & Healey, E. L. (2017). Physiotherapy management of lower limb osteoarthritis. In British Medical Bulletin (Vol. 122, Issue 1, pp. 151–161). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/bmb/ldx012
Permenkes RI no.36. (2016). PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/113087/permenkes-no-39-tahun-2016
Pratama, A. D. (2021). Efektivitas Quadriceps Setting Exercise (QSE) Dalam Meningkatkan Kemampuan Fungsional Pada Pasien Osteoartritis Lutut Genu Bilateral. In Jurnal Ilmiah Fisioterapi (JIF) (Vol. 4).
Pratiwi, A., Muhlisin, A., & Rahayu, U. B. (2021). Terapi Psikososial Pada Osteoartritis Di Komunitas. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 367. https://doi.org/10.30651/aks.v5i3.3637
Putri, R., & Ilmawan, M. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan denganKejadian Osteoarthritis Lutut pada Petanidi Desa Bhakti Mulya Kecamatan Bengkayang. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK
Rachmawati, D. (2022). Hubungan Usia Dan Riwayat Cedera Sendi Lutut Dengan Kejadian Osteoarthritis Pada Lansia Menggunakan Womac (The Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index).
RISKESDAS. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf
Sitorus, M., & Manuring, E. (2022). Faktor Resiko Kejadian Ostoarthritis Lutut Pada Pasien Yang Berobat Di Poli Ortopedi Di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. Ii Medan. Universitas Sari Mutiara Indonesia, 6(3).
Surya, A., Hidayatullah, A., & Ashhabul, K. (2023). Hubungan Usia, Jenis Kelamin, Dan Imt Terhadap Tingkat Keparahan Osteoatritis Lutut Di Rsudgerung. Journal of Ners Community, 13(2).
WHO Library Cataloguing. (2017). WHO Library Cataloguing in Publication Data WHO Scientific Group on Rheumatic Diseases Rheumatic diseases : report of a WHO scientific group. (WHO technical report series ; 816) 1. Rheumatic diseases I. Title 11. Series. WHO Library Cataloguing, 40. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/37080/WHO_TRS_816_eng.pdf?sequence=30



