Safari Health: Promotion Health In Enhancement Health Reproduction Teenager In Cottage Boarding School Bojonegoro District
DOI:
https://doi.org/10.58439/bsn.v3i1.237Keywords:
Promotion, Reproductive health, Teenagers, Boarding schoolAbstract
Kesehatan reproduksi merupakan kondisi sehat yang dialami oleh kaum wanita mulai remaja akhir sampai usia 35 tahun. Kesehatan ini perlu diketahui dan dipahai oleh setiap wanita khususnya remaja yang tinggal di Pondok. Tujuan pengabdian masyarakat ini menambah pengetahuan siakap dan perilaku remaja pondok tentang pentingnya meningkatkan kesehatan reproduksi sejak dini. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Falah Sumber Tlaseh, Bojonegoro dengan jumlah santriwati 100 santri pada tanggal 31 Mei 2024 dan santri pondok pesantren AR Ridwan dengan jumlah 150 orang pada tanggal 7 juni 2024. Metode yang digunakan health edukasi dan tanya jawab. Materi edukasi tentang kesehatan reproduksi dengan materi :, Perkembangan fisik dan psikologis remaja, Aspek seksualitas, Pernikahan dini, Penyakit menular seksual, HIV/AIDS, Pelecehan dan kekerasan seksual, Perawatan organ reproduksi dan Konsep diri positif remaja. Hasil pengabdian menunjukkan meningkatkan pengetahuan santri tentang kesehatan reproduksi, Santri mampu mengidentifikasi perilaku kekerasan dan pelecehan seksual, Santri bisa menjelaskan cara merawat organ reproduksi dan Santri bisa menjelaskan kembali gambaran konsep diri yang positif.
References
Andriansyah. (2014). Keterkaitan antara sanitasi pondok pesantren dengan kejadian penyakit yang dialami santri di pondok pesantren Sunan Drajat. Medical Technology and Public Health, 1(1), 4–13. https://journal2.unusa.ac.id/index.php/MTPHJ/article/view/752
Antonius. (2018). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang penyakit menular seksual di SMA Nusantara Indah Sintang. Kesehatan Masyarakat, 17(2), 197–208. https://publikasi.dinus.ac.id/index.php/visikes/article/view/2123
Aritonang. (2015). Hubungan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah pada remaja usia (15-17 tahun) di SMK Yadika 13 Tambun, Bekasi. Ilmiah Widya, 3(2),61–67. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php
Astuti LP. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja putri Dengan perilaku Personal Hygiene Oragan Reproduksi. Ilmu Kesehatan Masyarakat. https://repository.unja.ac.id/22789/2/SKRIPSI_NIA_DELZARIA_N1A117007.pdf
Elmart. (2010). Mahir Menjaga dan Memahami Organ Intim Wanita. Tinta Medina.
Fatmawati. (2017). Pendidikan kesehatan reproduksi bagi santri putri di asmara pondok pesantren Darul ’Ulum Jombang. Edumidwifery, 1(1), 15–21.
Indarsita. (2014). Perilaku remaja dalam hal perubahan fisiologis pada masa pubertas di SMP Yayasan pendidikan shafiyyatul amaliyah Medan. Ilmiah Panmed, 9(1), 8–13.
Kusmiran. (2011). No Titlesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Salemba Medika.
Kusmiran, E. (2012). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Salemba Medika.
Nasrulloh. (2015). Kesehatan reproduksi di lingkungan pesantren kabupaten Jombang. Pendidikan Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam, 6(2), 1978–4767. https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/darussalam/article/view/71.
Noegoho. (2015). Faktor-faktor pengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja kabupaten Banyumas. Kawistara, 5(1), 1–98. https://sinelitabmas.unsoed.ac.id/google-doc/7080655/faktor-faktor-pengaruhi-perilaku-kesehatan-reproduksi-remaja-kabupaten-banyumas.
Purbono. (2015). Tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Family Edu, 1(2). https://jks-fk.ejournal.unsri.ac.id/index.php/jk_sriwijaya/article/view/154.
Rifda. (2017). Faktor- faktor yang berhubungan dengan praktik kesehatan reproduksi pada siswa putri di SD Islam Hidayatullah Semarang. Kesehatan Masyarakat, 5(3), 495–502. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/17280/16537.
Setiyawati. (2016). Pelatihan pencegahan merosotnya moral santri melalui belajar seksualitas dengan kajian kitab kuning dan kesehatan reproduksi remaja di pondok pesantren Romlah Assomadiyah kecamatan Cilongok. Islamadina, 17(2), 21–30. https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/ISLAMADINA/article/view/1323.
Sidik. (2015). Kesehatan, ubungan Media Informasi dengan Tingkat Pengetahuan Bulusan, Reproduksi pada Santri di pondok Pesantren Darut Taqwa Semarang. Kesehatan Masyarakat, 3(3). https://media.neliti.com/media/publications/18643-ID-hubungan-media-informasi-dengan-tingkat-pengetahuan-kesehatan-reproduksi-pada-sa.pdf
Syarifah. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan Tindakan Personal Hygine saat Mestruasi di SMP Pondok Pesantren Ar-Risalah Kota Padang. http://scholar.unand.ac.id/48919/
Umairoh. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Vulva Hygiene pada Remaja Putri Panti Asuhan di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Kesehatan Masyarakat. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/20310
Vinetha. (2015). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Personal Hygiene Remaja Putri Dengan Tindakan Pencegahan Keputihan Di Sma Sutomo 2 Medan. https://journals.indexcopernicus.com/search/article?articleId=3777388
Yuni, N. (2015). Buku Saku Personal Hygiene. Nuha Medika.
Zakiudin. (2016). Perilaku Kebersihan Diri (Personal Hygiene) Santri di Pondok Pesantren Wilayah Kabupaten Brebes akan Terwujud Jika Didukung dengan Ketersediaan Sarana Prasaran. Promosi Kesehatan Indonesia. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jpki/article/view/19004



